Jumat, 09 Januari 2015

PERENCANAAN INDUSTRI PEMBUATAN ES KRIM CITA RASA BUAH KHAS KALIMANTAN

PERENCANAAN INDUSTRI PEMBUATAN ES KRIM CITA RASA BUAH KHAS KALIMANTAN


Nama 
I Ketut Suka Astawan  
Yohanes T.R.Sinaga 
Rusna  
Pahriah 
IIn Mudzakiroh


Analilis Pasar
Mengembangkan usaha untuk memasuki peluang pasar dengan produk yang andal dan memanfaatkan buah khas Kalimantan selatan.Memenangkan persaingan secara sehat dengan membuat dan menemukan peluang yang kreatif dan luar biasa. Pencapaian target konsumen dilakukan seluas-luasnya dengan segmentasi yang terencana dengan baik.Kota Banjar merupakan salah satu kota metropolitan yang memiliki suhu udara harian yang cukup tinggi. Dicuaca yang panas tersebut, tentunya banyak orang akan merasa lelah dan dahaga setiap harinya. Oleh sebab itu kami mencoba mengembangkan suatu lahan bisnis yang sangat berpotensi karena hal tersebut yaitu suatu makanan dan minuman yang pasti disukai oleh semua kalangan atau orang dengan harga yang terjangkau.
Alasan pemilihan gagasan usaha atau keunggulan dari usaha tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Iklim Tropis IndonesiaèSecara alami, letak negara kita di khatulistiwa ini sangat mendukung perkembangan bisnis es krim.
2.      Konsumennya Berasal dari Berbagai Kalangan (sasaran konsumen luas)èSemua orang mengenal es krim. Mulai anak-anak hingga orang dewasa kenal dan akrab dengan es krim. Produk ini sangat tidak asing bagi siapapun. Itu berarti peluang memasarkannya jauh lebih mudah dari pada produk yang asing atau baru ditawarkan. Kami akan mengkombinasikan rasa es krim yang lezat, kemasan/penyajian yang menarik dan menggoda yang akan membuat konsumen mengenal dan menyukai produk kami.
3.      Pasar Bisnis Es Krim Mudah DicarièDengan memilih (survey) tempat yang ramai dan strategis misalnya tempat yang menjadi lalu lintas mall, kampus, sekolah, futsal, pasar, kolam renang dll, maka kami yakin industri tersebut akan segera menuai kesuksesan.
4.      Belum adanya persaingan yang berartièProduk kami memiliki keunggulan dibanding kompetitor lain yaitu kami menyajikan es krim dengan berbagai varian rasa tetapi kami memiliki resep khusus yang akan membuat konsumen ketagihan. Apalagi produk es krim kami rendah kandungan lemaknya (low fat ice cream) sehingga sangat menyehatkan apabila di konsumsi setiap hari.
 
1.      Mudah Dimulai dan Dijalankan serta Pengawasan yang mudahèUntuk memulainya kami tidak memerlukan keterampilan khusus, tetapi mudah dipelajari. Tidak perlu tenaga dengan keahlian khusus. Modal awal yaitu memiliki mesin Pembuat Es Krim (Ice Cream Maker) baik yang model Es Puter/Skop atau model Kran (Soft Ice Cream) sekaligus perawatan perawatan mesinnya. Kemudian peralatan dalam membuat kue-nya. Untuk pengawasan mudah dilakukan karena setiap mesin menghasilkan produk yang sudah pasti sehingga penyelewengan dari karyawan hampir tidak ada.
1.      Proses Pembuatan (produksi) yang Cepat èMembuat es krim tidak perlu waktu terlalu lama.
2.      Peluang Bisnis Es Krim tidak ada matinyaèPeluang bisnis es krim tak akan pernah tua, dari zaman dulu sampai sekarang bisnis es krim tetap ada. Kami yakin peluang bisnis es krim juga akan tetap ada dan berkembang seiring kemajuan zaman dan kreatifitas manusia. Pangsa pasar-nya pun akan terus kami kembangkan setiap periode.


2.     

Proyeksi permintaan tahun 2013-2017
Tahun
Permintaan (kg)
Exponential smooting
2013
19800

2014
43200
19800
2015
43200
24480
2016
43200
28224
2017
43200
31219,2
2017
33615,36

Berdasarkan perkiraan permintaan ice cream mulai dari tahun 2014 s/d 2017 adalah 4300 sehingga dapat diketahui kapasitas produksi ice cream yang akam direncanakan sebesar 3600 kg/bulan.
Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku dan Bahan Pembantu
Perencanaan kebutuhan bahan baku untuk produksi ice cream meliputi susu sapi, gula, buah, telur. Pemilihan bahan baku didasarkan pada ciri- ciri fisik seperti utuh dan segar. Kebutuhan bahan baku dengan harga Rp 4.000.000,00/ bulan.

Kebutuhan Utilitas
Kebutuhan air dan listrik yang di butuhkan oleh mesin mixer, freezer dalam produksi ice cream ini adalah sebesar Rp 350.000,00


Analisis Finansial
Analisis finansial yang dilakukan meliputi analisis biaya modal, biaya operasional, harga pokok produksi (HPP) dan analisis break even point (BEP).
1.1.Investasi Awal
Investasi awal dalam pembuatan ice cream terdiri atas modal tetap dan modal kerja untuk membangun dan mengawali suatu proses pembuatan industri ice cream.
1. Modal tetap
Modal tetap dalam pembuatan teh kalakai meliputi biaya persiapan dan perijinan, biaya kebutuhan peralatan produksi, peralatan kerja, alat transportasi dan biaya tidak terduga (5% dari total biaya). Hasil perhitungan modal tetap didapatkan modal tetap sebesar Rp 374.000.000. Rekapitulasi modal tetap dapat dilihat pada tabel:
Rekapitulasi modal tetap
No
Jenis
Biaya (Rp)
1
Persiapan
50.000.000
2
Peralatan produksi
50.000.000
3
Peralatan kantor
6.000.000
5
Alat transportasi
150.000.000
6
Pemasaran produk (promosi)
100.000.000
7
Biaya tak terduga
18.000.000
Total
374.000.000
2. Modal Kerja
Dari hasil perhitungan didapatkan modal kerja sebesar Rp 44.150.000. Rekapitulasi dana modal kerja dapat dilihat pada tabel. Perhitungan modal kerja yang dilakukan, berdasarkan atas waktu keterikatan dana dalam modal kerja, yaitu waktu yang diperlukan sejak kas dikeluarkan untuk melakukan operasi sampai dengan kembali menjadi kas dan pengeluaran kas per hari.
            Rekapitulasi dana modal kerja per bulan
No
Jenis
Total (Rp)
1
Bahan baku
4.000.000
2
Bahan pengemas
22.500.000
3
Utilitas
350.000
4
Tenaga kerja
8.300.000
5
Pemeliharaan alat dan bangunan
6.000.000
6
Biaya tak terduga
3.000.000
Total
44.150.000

Biaya
Biaya dalam pembuatan ice cream terdiri dari biaya tetap dan biaya tidak tetap. Dari hasil perhitungan, didapatkan total biaya tetap dan tidak tetap masing- masing sebesar Rp 493.000.000dan Rp 718.000.000, sehingga didapatkan total biaya selama 1 tahun sebesar Rp 1,211,000.000. Rekapitulasi biaya tetap dan tidak tetap dapat dilihat pada tabel:
Biaya tetap per tahun
No
Jenis
Biaya (Rp)
1
Upah tenaga kerja tak langsung
420.000.000
2
Pemeliharaan
6.000.000
3
Biaya utilitas
42.000.000
4
Penyusutan modal tetap
25.000.000
Total
493.000.000

Biaya tidak tetap per tahun
No
Jenis
Biaya (Rp)
1
Gaji tenaga kerja langsung
20.000.000
2
Bahan baku
48.000.000
3
Bahan pengemas
270.000.000
4
Utilitas
380.000.000

Total
718.000.000
 
Harga pokok Produksi
        Total biaya produksi selama 1 tahun ice cream adalah sebesar Rp 1.211.000.000 dan biaya tidak tetap per unit sebesar Rp 3.0218.855. Harga pokok produksi adalah sebesar Rp 5.000/ bungkus. Harga jual yang dihitung di tingkat produsen hingga konsumen adalah Rp 10.000, dengan asumsi pengambilan keuntungan (mark up) sebesar 50% dari harga pokok produksi. Pertimbangan harga jual disesuaikan dengan kondisi produk sejenis yang ada di pasaran.
Harga perkiraan biaya produksi teh kalakai
No
Jenis
Jumlah (Rp)
1
Biaya tetap selama 1 tahun (FC)
493.000.000
2
Biaya tidak tetap selama 1 tahun (VC)
718.000.000
3
Total biaya selama 1 tahun (TC)
1.211.000.000
4
Jumlah produksi selama 1 tahun (unit)
237.600
5
Biaya tidak tetap per unit (VC/unit)
3.0218.855
Break Even Point
R/C ratio adalah besaran nilai yang menunjukan perbandingan antara Penerimaan usaha (Revenue = R) dengan Total Biaya (Cost = C).  Dalam batasan besaran nilai R/C dapat diketahui apakah suatu usaha menguntungkan atau tidak menguntungkan.  Secara garis besar dapat dimengerti bahwa suatu usaha akan mendapatkan keuntungan apabila penerimaan lebih besar dibandingkan dengan biaya usaha.
Ada 3 (tiga) kemungkinan yang diperoleh dari perbandingan antara Penerimaan (R) dengan Biaya (C), yaitu : R/C = 1;  R/C > 1 dan  R/C < 1.
Namun demikian oleh karena adanya unsur keuntungan sebesar 0,3 maka  analisis kelayakan dari R/C ratio adalah :
a.  R/C > 1,3 = Layak / Untung
b.  R/C = 1,3 = BEP
c.   R/C < 1,3 = Tidak Layak / Rugi.
Dalam industri ice cream ini didapatkan Revenue adalah sebanyak Rp 10.000 x 237.600unit = Rp 2.376.000.000. Sehingga didapatkan BEP-nya adalah:
R/C = 2.376.000.000/1.211.000.000 = 1,9. Berarti industri ice cream ini menguntungkan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar