RESUME PROPOSAL
Ikan termasuk bahan pangan yang mudah rusak (membusuk). Hanya dalam waktu sekitar delapan jam sejak ditangkap dan didaratkan, sudah akan timbul proses perubahan yang mengarah pada kerusakan. Untuk itu perlu penanganan agar ikan tetap dapat dimanfaatkan meski dengan waktu yang lama. Penangan tersebut salah satunya dapat dilakukan dengan cara pengeringan. Pengeringan ialah suatu cara/proses untuk mengeluarkan atau menghilangkan sebagian air dari suatu bahan dengan cara menguapkan sebagian besar air yang dikandungnya dengan menggunakan energi panas. Pengeringan dapat pula diartikan sebagai suatu penerapan panas dalam kondisi terkendali untuk mengeluarkan sebagian besar air dalam bahan pangan melalui evaporasi dan sublimasi.
Rumah
Pengeringan Ikan Sehat dan Higienis Khas Kalimantan Selatan merupakan proyek
industri manufaktur, kegiatan utamanya adalah design engineering, pengembangan
produk, pengadaan, manufaktur, perakitan, uji coba terhadap produk serta
pemasaran.
Lokasi “Rumah Pengeringan Ikan Kering Sehat dan Higienis” ditentukan berdasarakan faktor-faktor pokok penentu pemilihan lokasi industri antara lain, letak dari sumber bahan mentah untuk produksi, letak dari pasar konsumen, ketersediaan tenaga kerja, ketersediaan pengangkutan dan transportasi dan ketersedian energi. Dari beberapa pertimbangan diatas, lokasi yang tepat ialah Kabupaten Banjar, Kecamatan Martapura. Lokasi daerah Martapura yang berada di bagian sentral Kalimantan Selatan yang mudah dilalui oleh daerah daerah penghasil ikan Martapura juga dekat dengan lokasi pasar konsumen, tenaga kerja maupun energi yang dibutuhkan.
Segmentasi
Keluarga (Anak-anak, Remaja, Dewasa)
daerah Kalimantan Selatan dan Wisatawan yang datang dari luar daerah Kalimantan
Selatan.
Targeting
Keluarga yang sadar akan pentingnya
makanan yang sehat dan higienis dan juga manfaat kandungan bahan yang
dikonsumsinya.
Positioning
Ikan Kering sebagai produk sumber
makanan sehat dan higienis dan oleh – oleh bermutu khas Kalimantan Selatan.
Perencanaan dan Penjadwalan
Desain
proses ialah perancangan yang seksama dari manufaktur atau pelayanan jasa,
untuk menghasilkan suatu produk atau layanan. Aspek dari desain proses
bermacam-macam meliputi, tipe proses, teknologi, peralatan, kapasitas maupun
tata letak. Tujuan dilaksanakannya desain proses ialah untuk memproduksi barang
atau jasa yang memenuhi kebutuhan atau keinginan konsumen dan spesifikasi
produk dengan biaya yang efisien atau berada dalam jangkauan keterbatasan biaya
dan hambatan manjerial lainnya.
Tipe
proses merupakan jenis proses yang dipilih untuk menghasilkan suatu produk.
Pada proposal proyek industri rumah pengeringan ikan ini menggunakan tipe
proses produksi fokus produk (terus-menerus).
Diantara
metode pengeringan diatas, yang akan menjadi metode pada rumah pengeringan ikan
ini ialah dengen metode pengeringan mekanis. Alat pengering mekanis berupa
suatu ruang atau cabinet dengan udara panas yang ditiupkan didalamnya. Hal –
hal pokok yang membuat pengeringan mekanis ini lebih baik daripada pengeringan
alami ialah:
1.
Suhu, kelembapan, dan kecepatan angin dapat diukur
2.
Sanitasi dan hygiene dapat lebih mudah dikendalikan
Peralatan
Rumah pengeringan ikan dalam
pelaksanaannya umumnya akan menggunakan alat sebagai berikut.
A. Cold
Storage
Cold
storage digunakan sebagai pendingin untuk menjaga kesegaran
bahan baku yang akan digunakan dalam proses produksi.
B. Cabinet
Dryer
Cabinet
dryer merupakan peralatan untuk mengeringkan ikan yang
ada hingga kadar air tertentu yang menggunakan prinsip pertukaran udara panas
dalam alat tersebut.
C. Vacuum
Sealer
Vacuum
sealer digunakan dalam rumah pengeringan ikan untuk
melaksanakan proses pengemasan produk ikan kering menjadi beberapa ukuran yang
dipasarkan.
Keputusan kapasitas diambil berdasarkan perkiraan permintaan dan perencanaan yang matang agar ketersediaan kapasitas untuk jangka panjang, menengah dan pendek mencukupi. Penentuan kapasitas produksi rumah pengeringan ikan ini memperhatikan aspek-aspek penting yakni antara lain, permintaan konsumen, daya tampung alat, ketersediaan bahan baku serta ketersediaan tenaga kerja.
Dengan jumlah konsumsi ikan kering yang dikonsumsi sebanyak 1.000 ton/bulan, rumah pengeringan ikan ini membidik konsumen potensial hanya pada wilayah Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar dengan asumsi sebesar 0.2 % yakni sebesar 1 ton/bulan.
Alat yang digunakan yakni cabinet dryer berkapasitas 15 kg dengan suhu 60 – 70 oC dapat mengeringkan ikan dalam waktu 3 jam (180 Menit). Dalam waktu kerja pengeringan ikan yakni sebanyak 15 jam kerja per hari dengan penggunaan kapasitas 75-85% dan penurunan berat berdasarkan kadar air diyakini didapat ikan berkisar pada 7 kg dapat menghasilkan produk ikan kering sebanyak 35 kg/hari (6 kg x 15 jam/3 jam) dan 1.050 kg/bulan.
Dalam
analisis biaya, biaya diklasifikasikan menjadi dua jenis yakni variable cost dan Fixed Cost. Variable cost
ialah biaya variabel yang berbanding lurus dengan volume produksi, contohnya
seperti biaya bahan langsung, bahan bakar, listrik maupun peralatan lainnya. Fixed Cost ialah biaya tetap yang akan
tetap dikeluarkan oleh manajerial walaupun produksi tidak berjalan, contohnya
seperti gaji eksekutif dan karyawan, depresiasi, sewa gedung dan lain
sebagainya.
Peta kerja ialah alat yang menggambarkan kegiatan kerja secara
sistematis dan jelas sekaligus mendapatkan informasi yang diperlukan untuk
memperbaiki suatu metode kerja. Lewat peta-peta ini kita bisa melihat semua langkah atau kejadian yang
dialami oleh suatu benda kerja dari mulai masuk ke pabrik (berbentuk bahan
baku), kemudian menggambarkan semua langkah yang dialaminya, seperti
transportasi, operasi mesin, pemeriksaan dan perakitan, sampai akhirnya menjadi
produk jadi.
File Lengkap Dapat Didownload di Link Berikut


Tidak ada komentar:
Posting Komentar