PERENCANAAN INDUSTRI
PEMBUATAN ES KRIM CITA RASA BUAH KHAS KALIMANTAN
Nama
I Ketut Suka Astawan
Yohanes
T.R.Sinaga
Rusna
Pahriah
IIn Mudzakiroh
Analilis
Pasar
Mengembangkan
usaha untuk memasuki peluang pasar dengan produk yang andal dan memanfaatkan
buah khas Kalimantan selatan.Memenangkan persaingan secara sehat dengan membuat
dan menemukan peluang yang kreatif dan luar biasa. Pencapaian target konsumen
dilakukan seluas-luasnya dengan segmentasi yang terencana dengan baik.Kota
Banjar merupakan salah satu kota metropolitan yang memiliki suhu udara harian
yang cukup tinggi. Dicuaca yang panas tersebut, tentunya banyak orang akan
merasa lelah dan dahaga setiap harinya. Oleh sebab itu kami mencoba
mengembangkan suatu lahan bisnis yang sangat berpotensi karena hal tersebut
yaitu suatu makanan dan minuman yang pasti disukai oleh semua kalangan atau
orang dengan harga yang terjangkau.
Alasan pemilihan
gagasan usaha atau keunggulan dari usaha tersebut adalah sebagai berikut :
1. Iklim Tropis IndonesiaèSecara
alami, letak negara kita di khatulistiwa ini sangat mendukung perkembangan
bisnis es krim.
2. Konsumennya Berasal dari Berbagai
Kalangan (sasaran konsumen luas)èSemua orang mengenal es krim. Mulai
anak-anak hingga orang dewasa kenal dan akrab dengan es krim. Produk ini sangat
tidak asing bagi siapapun. Itu berarti peluang memasarkannya jauh lebih mudah
dari pada produk yang asing atau baru ditawarkan. Kami akan mengkombinasikan
rasa es krim yang lezat, kemasan/penyajian yang menarik dan menggoda yang akan
membuat konsumen mengenal dan menyukai produk kami.
3. Pasar Bisnis Es Krim Mudah DicarièDengan
memilih (survey) tempat yang ramai dan strategis misalnya tempat yang menjadi
lalu lintas mall, kampus, sekolah, futsal, pasar, kolam renang dll, maka kami
yakin industri tersebut akan segera menuai kesuksesan.
4.
Belum
adanya persaingan yang berartièProduk kami memiliki keunggulan
dibanding kompetitor lain yaitu kami menyajikan es krim dengan berbagai varian
rasa tetapi kami memiliki resep khusus yang akan membuat konsumen ketagihan.
Apalagi produk es krim kami rendah kandungan lemaknya (low fat ice cream)
sehingga sangat menyehatkan apabila di konsumsi setiap hari.
1. Mudah Dimulai dan Dijalankan serta
Pengawasan yang mudahèUntuk memulainya kami tidak memerlukan
keterampilan khusus, tetapi mudah dipelajari. Tidak perlu tenaga dengan
keahlian khusus. Modal awal yaitu memiliki mesin Pembuat Es Krim (Ice Cream
Maker) baik yang model Es Puter/Skop atau model Kran (Soft Ice Cream) sekaligus
perawatan perawatan mesinnya. Kemudian peralatan dalam membuat kue-nya. Untuk
pengawasan mudah dilakukan karena setiap mesin menghasilkan produk yang sudah
pasti sehingga penyelewengan dari karyawan hampir tidak ada.
1.
Proses
Pembuatan (produksi) yang Cepat èMembuat
es krim tidak perlu waktu terlalu lama.
Proses
Pembuatan (produksi) yang Cepat èMembuat
es krim tidak perlu waktu terlalu lama.
2. Peluang Bisnis Es Krim tidak ada matinyaèPeluang
bisnis es krim tak akan pernah tua, dari zaman dulu sampai sekarang bisnis es
krim tetap ada. Kami yakin peluang bisnis es krim juga akan tetap ada dan
berkembang seiring kemajuan zaman dan kreatifitas manusia. Pangsa pasar-nya pun
akan terus kami kembangkan setiap periode.
2.
|
Proyeksi permintaan
tahun 2013-2017
|
||
|
Tahun
|
Permintaan
(kg)
|
Exponential
smooting
|
|
2013
|
19800
|
|
|
2014
|
43200
|
19800
|
|
2015
|
43200
|
24480
|
|
2016
|
43200
|
28224
|
|
2017
|
43200
|
31219,2
|
|
2017
|
33615,36
|
|
Berdasarkan perkiraan permintaan ice
cream mulai dari tahun 2014 s/d 2017 adalah 4300 sehingga dapat diketahui
kapasitas produksi ice cream yang akam direncanakan sebesar 3600 kg/bulan.
Perencanaan Kebutuhan
Bahan Baku dan Bahan Pembantu
Perencanaan kebutuhan bahan baku untuk
produksi ice cream meliputi susu sapi, gula, buah, telur. Pemilihan bahan baku
didasarkan pada ciri- ciri fisik seperti utuh dan segar. Kebutuhan bahan baku dengan
harga Rp 4.000.000,00/ bulan.
Kebutuhan Utilitas
Kebutuhan air dan listrik yang di
butuhkan oleh mesin mixer, freezer dalam produksi ice cream ini adalah
sebesar Rp 350.000,00
Analisis Finansial
Analisis finansial yang
dilakukan meliputi analisis biaya modal, biaya operasional, harga pokok produksi
(HPP) dan analisis break even point (BEP).
1.1.Investasi
Awal
Investasi
awal dalam pembuatan ice cream terdiri atas modal tetap dan modal kerja untuk
membangun dan mengawali suatu proses pembuatan industri ice cream.
1. Modal tetap
Modal tetap dalam pembuatan
teh kalakai meliputi biaya persiapan dan perijinan, biaya kebutuhan peralatan
produksi, peralatan kerja, alat transportasi dan biaya tidak terduga (5% dari
total biaya). Hasil perhitungan modal tetap didapatkan modal tetap sebesar Rp 374.000.000.
Rekapitulasi modal tetap dapat dilihat pada tabel:
|
Rekapitulasi
modal tetap
|
||
|
No
|
Jenis
|
Biaya
(Rp)
|
|
1
|
Persiapan
|
50.000.000
|
|
2
|
Peralatan produksi
|
50.000.000
|
|
3
|
Peralatan kantor
|
6.000.000
|
|
5
|
Alat
transportasi
|
150.000.000
|
|
6
|
Pemasaran
produk (promosi)
|
100.000.000
|
|
7
|
Biaya
tak terduga
|
18.000.000
|
|
Total
|
374.000.000
|
|
2.
Modal Kerja
Dari
hasil perhitungan didapatkan modal kerja sebesar Rp 44.150.000. Rekapitulasi
dana modal kerja dapat dilihat pada tabel. Perhitungan modal kerja yang
dilakukan, berdasarkan atas waktu keterikatan dana dalam modal kerja, yaitu
waktu yang diperlukan sejak kas dikeluarkan untuk melakukan operasi sampai
dengan kembali menjadi kas dan pengeluaran kas per hari.
|
Rekapitulasi dana modal kerja per
bulan
|
||
|
No
|
Jenis
|
Total
(Rp)
|
|
1
|
Bahan baku
|
4.000.000
|
|
2
|
Bahan pengemas
|
22.500.000
|
|
3
|
Utilitas
|
350.000
|
|
4
|
Tenaga
kerja
|
8.300.000
|
|
5
|
Pemeliharaan
alat dan bangunan
|
6.000.000
|
|
6
|
Biaya
tak terduga
|
3.000.000
|
|
Total
|
44.150.000
|
|
Biaya
Biaya dalam
pembuatan ice cream terdiri dari biaya tetap dan biaya tidak tetap. Dari hasil
perhitungan, didapatkan total biaya tetap dan tidak tetap masing- masing
sebesar Rp 493.000.000dan Rp 718.000.000, sehingga didapatkan total biaya
selama 1 tahun sebesar Rp 1,211,000.000. Rekapitulasi biaya tetap dan tidak
tetap dapat dilihat pada tabel:
|
Biaya
tetap per tahun
|
||
|
No
|
Jenis
|
Biaya
(Rp)
|
|
1
|
Upah tenaga kerja tak langsung
|
420.000.000
|
|
2
|
Pemeliharaan
|
6.000.000
|
|
3
|
Biaya
utilitas
|
42.000.000
|
|
4
|
Penyusutan
modal tetap
|
25.000.000
|
|
Total
|
493.000.000
|
|
|
Biaya
tidak tetap per tahun
|
||
|
No
|
Jenis
|
Biaya
(Rp)
|
|
1
|
Gaji tenaga kerja langsung
|
20.000.000
|
|
2
|
Bahan
baku
|
48.000.000
|
|
3
|
Bahan
pengemas
|
270.000.000
|
|
4
|
Utilitas
|
380.000.000
|
|
|
Total
|
718.000.000
|
Harga pokok Produksi
Total biaya produksi selama 1 tahun ice
cream adalah sebesar Rp 1.211.000.000 dan biaya tidak tetap per unit sebesar Rp
3.0218.855. Harga pokok produksi adalah sebesar Rp 5.000/ bungkus. Harga jual
yang dihitung di tingkat produsen hingga konsumen adalah Rp 10.000, dengan
asumsi pengambilan keuntungan (mark up)
sebesar 50% dari harga pokok produksi. Pertimbangan harga jual disesuaikan
dengan kondisi produk sejenis yang ada di pasaran.
|
Harga perkiraan biaya produksi teh
kalakai
|
||
|
No
|
Jenis
|
Jumlah (Rp)
|
|
1
|
Biaya tetap
selama 1 tahun (FC)
|
493.000.000
|
|
2
|
Biaya tidak tetap selama 1
tahun (VC)
|
718.000.000
|
|
3
|
Total biaya selama 1 tahun (TC)
|
1.211.000.000
|
|
4
|
Jumlah produksi selama 1 tahun
(unit)
|
237.600
|
|
5
|
Biaya tidak tetap per unit
(VC/unit)
|
3.0218.855
|
Break
Even Point
R/C ratio adalah
besaran nilai yang menunjukan perbandingan antara Penerimaan usaha (Revenue = R) dengan Total Biaya (Cost = C). Dalam batasan besaran nilai R/C dapat
diketahui apakah suatu usaha menguntungkan atau tidak menguntungkan. Secara garis besar dapat dimengerti bahwa
suatu usaha akan mendapatkan keuntungan apabila penerimaan lebih besar
dibandingkan dengan biaya usaha.
Ada
3 (tiga) kemungkinan yang diperoleh dari perbandingan antara Penerimaan (R)
dengan Biaya (C), yaitu : R/C = 1; R/C
> 1 dan R/C < 1.
Namun demikian
oleh karena adanya unsur keuntungan sebesar 0,3 maka analisis kelayakan dari R/C ratio adalah :
a. R/C > 1,3 = Layak / Untung
b. R/C = 1,3 = BEP
c. R/C < 1,3 = Tidak Layak / Rugi.
Dalam
industri ice cream ini didapatkan Revenue
adalah sebanyak Rp 10.000 x 237.600unit = Rp 2.376.000.000. Sehingga
didapatkan BEP-nya adalah:
R/C = 2.376.000.000/1.211.000.000 = 1,9. Berarti
industri ice cream ini menguntungkan.

.bmp)